Fair Trade: Jalan Menuju Bisnis yang Sustainable

UNPAR+ sebagai layanan e-learning platform dengan layanan yang berfokus pada up skilling dan professional development kembali mengadakan webinar yang sukses dilaksanakan pada Jumat, 24 September 2021.




Webinar UNPAR+ dengan topik “Fair Trade, Jalan Menuju Bisnis yang Sustainable” dipandu oleh Asaf Kleoplas sebagai moderator dan mengundang Daisy Irawan sebagai pembicara webinar. Daisy Irawan merupakan seorang research director di Chlorophyll Scientific, peneliti, penulis serta konsultan di bidang ilmu dan teknologi pangan. Setelah lulus dari UGM dan IPB, Daisy melakukan penelitian di bidang biomaterial dan issue engineering di Australia dan Jerman. Kemudian, Daisy bekerja di lembaga riset dalam bidang lingkungan di Woods & Wayside Amerika serta Center for International Forestry Research. Pengetahuan dan wawasan beliau tentang fair trade diperoleh selama tinggal di beberapa negara tersebut.


Fair trade masih terbilang jarang diketahui oleh masyarakat di Indonesia dan dapat dikatakan belum membudaya. Fair trade merupakan sistem perdagangan berkelanjutan yang berusaha untuk membantu produsen lokal (petani, nelayan, pengrajin,dsb) yang terpinggirkan melalui sistem pembayaran yang adil. Daisy Irawan membahas bahwa fair trade terdiri dari beberapa aspek/poin yang perlu diperhatikan diantaranya, pangan adil (hak untuk hidup dan hak untuk memperoleh informasi, berpikir, menentutkan masa depannya dan mendapat perlindungan) pangan sehat, pengembangan produk, bahan baku, pengolahan produk dan post-consumer care.


Yang dimaksud pangan adil dalam fair trade yaitu adil bagi produsen untuk mendapatkan penghasilan yang layak, adil kepada konsumen dalam memperoleh informasi produk yang tepat. Pangan sehat dalam fair trade dapat direalisasikan melalui produk yang berkualitas tinggi seperti bebas bahan pengawet, produk organik, high fiber, high antioxidant, high calcium, low sugar dan lainnya. Untuk pengembangan produk kita dapat mengembangkan ide produk seperti produk yang dapat membantu tidur, produk yang dapat meningkatkan konsentrasi dan sebagainya. Kemudian untuk bahan baku, carilah bahan baku yang pengolahnnya tidak merusak alam ataupun merusak habitat. Dalam melakukan pengolahan produk sebisa mungkin hemat energi, hemat air dan juga dapat melakukan pengolahan limbah dengan baik. Pada bagian post-consumer care kita dapat mendaur ulang kemasan dan juga memberikan edukasi mengenai produk kita kepada konsumen. Hal-hal tersebut akan menambah nilai jual sehingga walaupun harganya lebih mahal namun sesuai dengan produk yang didapat.


Fair trade bukan hanya berbicara tentang ekonomi namun juga berbicara mengenai bagaimana mempertahankan bisnis tersebut agar tetap bertahan. Daisy Irawan juga menekankan bahwa kegiatan fair trade bukan hanya sekedar menjual produk dan mendapat keuntungan namun juga memberdayakan komunitas/masyarakat lokal untuk terus berkembang. Melalui hal ini kita dapat membantu masyarakat lokal untuk membantu perekonomian mereka agar dapat hidup sejahtera dan hidup dengan layak.


Terdapat satu faktor menarik mengenai perilaku orang Indonesia yang di bahas dalam webinar ini. Faktor tersebut menurut Daisy Irawan yaitu perilaku orang Indonesia yang religius. Orang Indonesia sering melakukan sesuatu agar mendapat pahala yang dapat menjadi pintu masuk yang bagus bagi fair trade di Indonesia. Sebagai contoh, tukang jualan gorengan dapat diberikan edukasi untuk membuat gorengan tanpa vetsin (micin). Kita dapat menanamkan bahwa gorengan non micin akan mendapat pahala karena konsumennya memakan gorengan yang lebih sehat. Ketika awareness sudah terbangun, konsumen yang terpelajar ataupun konsumen yang mengerti kesehatan akan senang untuk membeli gorengan tersebut. Penjual gorengan lain diharapakan akan ikut menjual gorengan non micin, yang bahkan dapat menjadi tren. Melalui inilah fair trade dapat berjalan lebih baik di Indonesia.


Kegiatan webinar berlangsung sukses dan lancar dengan pemaparan materi yang sangat menarik. Kesimpulan webinar ini terdiri dari 3 poin utama yaitu:

  • fair trade memiliki prospek ekonomi yang baik di masa mendatang,

  • fair trade meliputi seluruh rantai proses dari bahan baku hingga pasca penjualan,

  • fair trade perlu diusahakan dan dirancang dengan baik sejak awal untuk mendukung kelestarian bisnis.

(Penulis: Mariska Beatrice Wilona)

10 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua